Posts

Showing posts from 2019

Pukul Satu Pagi

Pukul satu pagi Aku masih terjaga Entah menunggu apa Namun, bukankah hidup memang selalu tentang menunggu? Menunggu takdir berganti Sembari menunggu mati Hari ini aku merasa aneh Aku bahkan tidak bisa merasa menjadi bagian dari hidupku sendiri Semakin aku merasa hidup ini memang begitu fana Apa kau pernah berfikir? Bagaimana jadinya jika kau tidak lahir ke bumi? Mungkin, keluargamu hanya akan punya satu anak perempuan dalam keluarga Dihitung dua dengan ibumu Mungkin, akan ada banyak hal yang berubah Bahkan, bisa jadi, seluruh alur cerita Hari ini, aku, dalam dua puluh tiga lebih delapan Atau dua puluh empat kurang tiga Aku selalu bersyukur Atau lebih tepatnya berusaha untuk selalu mensyukuri hidup Apa yang datang Apa yang pergi Apa yang dapat Apa yang hilang Aku percaya, Allah punya jawaban untuk semuanya Yang mungkin belum perlu untuk diketahui sekarang Atau mungkin memang tidak perlu Pukul satu pagi Belum ada yang membuat mataku berhenti Dan detik ini, ...

Tidak ada orang tua yang sempurna

Tidak ada orang tua yang sempurna. Yang ada hanyalah orang tua yang selalu berusaha menjadi lebih baik setiap harinya dan selalu menyesali diri karena belum menjadi sosok orang tua yang baik untuk anaknya. Kita selalu menuntut orang tua seperti ini, seperti itu. Tanpa intropeksi diri. Apakah kita sudah menjadi anak yang baik untuk orang tua kita? Apa kita sudah memenuhi ekspektasi dari orang tua kita? Kita selalu terpaku pada dalih "orang tua tidak paham anak", "orang tua menerapkan pola didik yang salah", atau "orang tua si ini atau si itu tidak lebih baik dari orang tua kita" Kita selalu merasa bahwa orang tua kita tidak memenuhi ekspektasi "orang tua ideal" yang kita proyeksikan--yang merupakan akumulasi--dari apa yang kita lihat di sekitar. Sampai kita lupa bahwa orang tua kita juga manusia. Sama seperti kita. Kenapa kita boleh membandingkan orang tua kita dengan orang tua lain. Sedangkan orang tua tidak boleh membanding-bandingkan...

Secukupnya, Seperlunya

Dulu, saya selalu mikir, apakah kalau saya mati, orang-orang akan merasa kehilangan saya? Sama halnya kaya ketika anak kehilangan ibunya? Atau jangan lah, analoginya ngga comparable. Ah tapi saya cape mikir, pokoknya gitu deh. Tapi sekarang saya punya pemahaman, kayanya akan lebih baik kalo ngga ada orang yang merasa kehilangan saya. Merasa kehilangan dalam artian, hal-hal yang mereka lakukan terhambat progressnya karena saya ngga ada. Mereka jadi diliputi perasaan sedih dan kehilangan terus-menerus. Kaya seorang Ibu yang meninggal dengan usia anaknya yang masih dalam masa kanak-kanak (yang tidak pernah terpikir harus mempersiapkan diri menghadapi perpisahan yang terlampau dini). Saya cuman pengen untuk tidak membebani orang lain. Baik waktu saya masih hidup maupun pas saya mati. Saya pengen ketika hidup, orang bisa berbahagia karna saya, namun ketika mati orang-orang tidak merana tanpa saya (di dunia). Dulu waktu kuliah, sama temen-temen yang lain, saya sering maen jawab-jawa...

Pertengahan

خير الأمور أوسطها "Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahannya" Hari ini, publik kembali dikejutkan dengan kabar menggemparkan terkait video rekaman cctv penghilangan bukti "buku merah" oleh oknum KPK dari kepolisian. Dan setelah mencoba mendengar dan melihat masalah ini dari dua sisi, yang akhirnya aku temukan adalah, dunia akan terus saja begini, siapapun yang berganti. Apa coba yang bisa kita harapkan dari dunia? Berharap semua iblis berubah jadi malaikat? Berharap semua hitam menjadi putih? Berharap semua orang jahat menjadi baik? Mungkin terdengar seperti argumen yang sangat pesimistis. Tapi, kalau mau bicara rasional, memang begitu adanya. Bukankah semua hal diciptakan di dunia ini dengan berpasang-pasangan? Sehingga jika ada baik pasti ada buruk, ada hitam pasti ada putih, ada yin pasti ada yang? Lalu, lagi, apa yang kita harapkan dari dunia? Tapi, walaupun begitu, kita tetap punya hak untuk melakukan sesuatu sih . Sesederhana un...

Listen

Baru-baru ini publik dikejutkan dengan kabar meninggalnya salah satu mantan personel girlband Korea, Sulli f(x). Setelah kabar kematiannya beredar, media-media pun berlomba untuk membuat segala macam berita yang berkaitan dengan Sulli, dari anjuran untuk lebih  aware terkait kesehatan mental hingga yang amoral. Dan tidak sedikit yang akhirnya memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan kekesalannya terhadap masyarakat Indonesia yang sering kali mengaitkan permasalahan gangguan psikiatri yang dialami seseorang dengan rendahnya tingkat keimanan atau kepercayaan orang tersebut terhadap hal-hal yang berbau spiritual-agamis. Sebenarnya hal ini tidak 100% salah. Karena jika kita boleh mengambil contoh, tanpa niat membanding-bandingkan tentunya, logikanya, akan lebih kecil kemungkinan orang yang beragama " dengan benar " untuk melakukan tindakan-tindakan yang memiliki tendensi suicidal. Walaupun memang terdapat satu dua variansi kasus yang terjadi. Salah satunya, kasus bom bunuh ...

Impact

Hai. Ini aku lagi. Setelah beberapa hari menghilang karena aktivitas duniawi. Aku kembali. Tidak, tidak. Aku bukan kembali karena aktivitas yang mulai lengang. Tapi karena sesuatu. Karena kurasa alasan "aku sedang sibuk", atau "aku sedang terlalu banyak kerjaan", dan lain-lain itu terkadang hanyalah  eufimisme dari "aku belum memprioritaskan itu sampai detik ini, maaf ya", sama seperti alasan "aku baru baca pesan kamu, seharian aku sibuk", atau " chat nya tenggelam, maaf ya", atau yang lain-lain. Jadi, balik lagi ke alasan, mengapa aku kembali. Tadi pagi aku menerima sebuah pesan dari seorang teman. Ia bercerita bahwa ia bertemu dengan seseorang yang sangat ia kagumi, sejak beberapa tahun terakhir. Orang ini adalah seorang dosen yang sesekali mengisi blognya dengan tulisan-tulisan yang mungkin dia pikir sederhana. Namun ternyata mempunyai efek yang sebegitu besarnya bagi si teman ini. Mungkin hal ini juga yang awalnya d...

Data

Berangkat dari salah satu video yang saya tonton di kanal BukaLapak. Dimana pembicaranya adalah seorang aktivitis di era reformasi yang sempat saya idolakan dulu. Saya meng highlight satu poin penting yang menjadi akar dari 15 menit presentasi yang beliau sampaikan, yakni: "Satu-satunya hal yang membuat kita mampu untuk bertahan hidup adalah kemampuan untuk memproses/mengelola informasi." Mungkin kedengarannya sepele. Namun sekarang, semua hal akan dilakukan oleh companies, for the sake of data. Even melakukan penyadapan without consumers' consent. Atau lebih tepatnya secara tidak langsung memanfaatkan ketidaktahuan/ketidakpahaman pelanggan. Karena sepertinya rata-rata perusahaan sudah menyampaikan disclaimer lewat terms and conditions atau notifikasi  allow permissions. Namun karena kebanyakan dari kita belum menganggap bahwa data pribadi kita adalah hal yang penting dan perlu dijaga penyebarannya, sehingga kita dengan ringan tangan memberikan izin itu kepada pi...

Nyesel

Image
" Lo pernah nyesel ngga ngelakuin sesuatu? " Menurut saya, tidak ada yang perlu disesali sih di dunia ini--kecuali dosa, ya. Karena sekecil apapun itu, kalau tidak terjadi ya tidak akan membentuk kita yang seperti ini, seperti kita yang ada di detik ini. Saya pernah menyesal karena sesuatu yang skala efeknya cukup besar bagi hidup saya, dan plis itu rasanya ngga enak banget. Yang ada malah bikin saya, selama itu, menjadi tidak ikhlas menjalani hal tersebut selama bertahun-tahun, dan lebih terfokus memikirkan hal-hal negatif yang ditimbulkan saja Ini menarik sih, di salah satu postingan yang lalu saya pernah merekomendasikan film yang berjudul The Butterfly Effect (2004) a.k.a Chaos Theory. Film ini konsepnya mirip-mirip sama About Time (2013) dan Donnie Darko (2001) yakni tentang perubahan kecil dalam suatu rangkaian cerita dapat mengubah 180 derajat hasil akhir dari rangkaian tersebut. Yang akan nyambung ke pembahasan yang akan kita bahas sekarang, yaitu Chaos...

Emosi

Baru-baru ini saya dapet insight baru terkait sesuatu yang dinamakan paham  stoikisme . Walaupun tidak berencana untuk mendalami lebih lanjut tentang stoikisme ini sendiri dikarenakan terdapat beberapa konsep yang tidak sesuai dengan kepercayaan saya, contohnya bagaimana cara stoikisme memandang konsep kematian. Namun saya rasa ada beberapa hal menarik yang bisa saya ambil dari penjelasan ringkas yang saya dapatkan terkait pembahasan tersebut. Pun terdapat banyak sekali  point  yang beririsan dari pemikiran ini dengan apa yang saya baca dalam tulisan-tulisan berkaitan dengan kesehatan mental dan nilai-nilai yang saya pegang. Tetapi satu yang ingin saya highlight disini adalah konsep pengendalian diri yang diperkenalkan oleh stoikisme . "It is not thing that disturb us, but our opinion of them"  - Epictetus Sebenarnya yang menjadi issue dari setiap masalah, setiap emosi negatif yang kita keluarkan adalah bukan berasal dari kejadian itu sendiri, melainkan dari ...

Santuy

Image
Sekarang, saya mulai berpikir untuk menjadikan kebahagiaan diri saya sebagai prioritas. Tidak perlu membebani diri dengan hal-hal yang memang tidak layak untuk dijadikan beban. Menghabiskan hari dengan keluarga tercinta, sahabat, teman-teman, belajar hal-hal baru, bertemu orang baru, tidak belajar dan bekerja terlalu keras, tidak terlalu memikirkan pandangan jelek orang-orang lain jika apa yang saya lakukan sudah merupakan hal yang benar, karena apapun yang kita lakukan people will always judge. Dan saya lebih memilih untuk tidak mendengarkan orang-orang lain sekarang, kecuali orang-orang yang saya percaya ya. Pokoknya apapun yang membuat saya bahagia deh. Akhir-akhir ini saya pun mulai berpikir bahwa saya tidak perlu membentuk hidup yang sempurna-sempurna banget, atau yha seperti pengennya orang-orang pada umumnya agar bisa kelihatan bahagia dan mempunyai hidup sempurna di mata orang lain. Karena setelah 20 tahun lebih saya hidup di dunia saya akhirnya sadar bahwa terlalu menggantungk...

Apa yang dikejar?

Saya sering kali mengatakan hal ini ke orang-orang, bahwa saya merasa sangat bersyukur dengan apa yang saya punya sekarang. Bukan karena hidup saya sempurna, tapi karena perasaan mencoba menerima yang sudah dititipkan oleh Allah kepada saya selama ini. Kadang-kadang saya berpikir, apakah saya akan bisa sebahagia ini kalo hidup saya  dituker  sama-- let say  Nagita Slavina, Putri Tanjung atau Dian Sastrowardoyo? Saya  ngga  bisa langsung ngomong  engga  sih. Karena saya belum pernah berada di posisi itu. Pun,  come on,  punya rumah dan kendaraan mewah, duit banyak dan keluarga yang tampaknya selalu bahagia, siapa yang tak ingin? Tapi ketika saya pikir-pikir lagi, dengan apa yang saya punya sekarang saja—Alhamdulillah sudah bisa membuat saya sebahagia ini. Lalu berada di posisi itu, apakah nantinya saya akan merasa lebih bahagia? Atau justru ka...

Komentar tanpa ilmu

Kenapa ada banyak orang yang seneng mengomentari sesuatu sedangkan dia sebenernya tidak punya cukup ilmu tentang hal itu? Apa salahnya bilang tidak tau? Ketidaktauan itu bukan aib kok, kalo sehabis itu kita berusaha untuk mencari tau. Daripada merasa bahwa kita tahu, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Gue jadi inget tentang satu kisah yang gue denger dari salah satu kajian. Yang peristiwanya diceritakan dalam hadits. عَنْ جَابِرٍ قَالَ خَرَجْنَا فِي سَفَرٍ فَأَصَابَ رَجُلاً مِنَّا حَجَرٌ فَشَجَّهُ فِي رَأْسِهِ ثُمَّ احْتَلَمَ فَسَأَلَ أَصْحَابَهُ فَقَالَ هَلْ تَجِدُونَ لِي رُخْصَةً فِي التَّيَمُّمِ فَقَالُوا مَا نَجِدُ لَكَ رُخْصَةً وَأَنْتَ تَقْدِرُ عَلَى الْمَاءِ فَاغْتَسَلَ فَمَاتَ فَلَمَّا قَدِمْنَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُخْبِرَ بِذَلِكَ فَقَالَ قَتَلُوهُ قَتَلَهُمْ اللَّهُ أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ Dari Jâbir Radhiyallahu'anhu, beliau berkata, “...

23

Mau tidak mau, suka tidak suka, kita pasti akan selalu melewati fase-fase perubahan dalam hidup. Entah itu dari dalam diri sendiri maupun perubahan yang berasal dari luar. Life after graduation tidak selamanya indah. Bahkan rata-rata kasus dijalani dengan sangat berat. Aku heran kenapa orang-orang selalu terburu-buru ingin menyelesaikan sesuatu. Padahal yang mereka sedang kerjakan mungkin tak akan terjadi dua kali. Tidak dengan keadaan yang sama. Namun sayangnya orang-orang justru selalu berkeinginan untuk melompat-lompati semua tahap dalam hidupnya. Sebelum akhirnya menyesal kemudian, dan merenung, mengapa masa terlalu cepat berlalu? Hidup dalam kondisi Indonesia dengan orang tua yang selalu menuntut pernikahan usia dini kepada anaknya ternyata tidak se-ringan yang dibayangkan. Apakah memang sekarang cita-cita mayoritas orang tua Indonesia (untuk anaknya) sudah berganti? Dari dulunya dokter atau pns, sekarang, nikah muda? Aku juga tidak paham betul alasan apa yang menda...

Iman

Dalam sebuah riwayat, Umar bin al-Khaththab radhiyallahu'anhu  pernah mencium hajarul aswad, kemudian berkata, "Demi Allah, aku tahu kamu hanyalah sebuah batu. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam  menciummu, pasti aku tidak akan menciummu." Lihat, bagaimana perilaku orang beriman kepada Allah. Benar memang kalo kita diharuskan untuk berfikir. Dalam Alquran juga beberapa kali disebutkan " la'allakum tatafakkarun ", demikian kami sampaikan agar kamu berpikir . Namun ada beberapa hal yang memang sudah mutlak hukumnya. Tidak semua hal mampu diserap oleh otak kita yang apalah ini dibandingkan dengan segala sesuatu yang sudah diciptakan oleh Allah, termasuk hukum Allah yang termaktub dalam Alquran. Contohnya saja, kenapa perempuan yang tidak bisa berpuasa ramadhan karena haid harus mengganti puasanya di waktu yang lain. Lalu kenapa perihal solat tidak berlaku hal yang sama padahal keduanya sama wajib? Kenapa ...

Pilihan

Kebanyakan orang yang terlihat bahagia justru kenyataannya adalah orang yang paling merasa dirinya tidak bahagia sehingga merasa bahwa dia perlu memperlihatkan dirinya adalah seorang yang bahagia dengan kehidupannya. For the sake of "biar orang mikir, gue...". Kenapa kita harus hidup di dunia dengan aturan seperti ini? Atau kita balik pertanyaannya, kenapa kita harus melalukan hal tersebut demi terlihat sama seperti orang lain? Listen, tidak ada yang salah dengan terlalu sederhana. Ingat, sahabat-sahabat Nabi bahkan berlomba-lomba untuk menjadi paling sederhana, dan mereka justru bahagia dengan itu. Pun, tidak ada yang salah juga dengan terlalu berada. Ingat, ada sahabat-sahabat Nabi--yang bahkan sudah mendapat jaminan tiket di surga, kekayaannya masyaAllah , mungkin jika di compare dengan rata-rata kekayaan orang terkaya di Indonesia sekarang pun masih jauh sekali. Contohnya saja, Utsman bi 'Affan, Abdurrahman bin 'Auf, Mush'ab bin 'Umair dan y...

Mindfulness

Coba deh sesekali lo maknai dengan lebih detail apa yang sedang lo lakuin sekarang. Hal apapun itu. Misalkan, lo lagi makan, coba lo rasakan gimana sensasi ngunyah makanan, nikmatin aja prosesnya, setiap bulir nasi yang masuk ke dalam mulut, setiap tegukan air yang lo minum,  setiap lapar yang berganti kenyang tatkala semua produk konsumtif tersebut sudah mulai melewati kerongkongan, hati, lambung dan seterusnya sampai disimpan untuk beberapa jam kedepan sebelum nanti dikeluarkan kembali menjadi residu-hasil pencernaan dan penyerapan sari makanan yang kita makan. Atau, misalkan, pas lo lagi mandi, coba lo nikmati setiap proses pembersihan diri lo dalam lima sampai sepuluh menit itu. Setiap air yang lo alirin  dari kepala sampai ujung kaki, setiap gelembung-gelembung sabun yang terbentuk dari tegangan permukaan dimana gaya tarik tersebut akan menarik molekul-molekul air pembentuk sabun, setiap gesekan dari perpaduan pasta dan sikat gigi yang lazimnya memiliki sensasi yang me...

Memahami

Seiring menuanya usia, menurut gue kita harus lebih banyak bisa memaklumi jutaan kompilasi karakter manusia di bumi. Temen gue pernah cerita, dia baru sadar sekarang-sekarang ini bahwa standar bahagia seseorang itu beda-beda. Mungkin ada beberapa hal yang terlihat sangat membosankan bagi kita, tapi justru begitu menyenangkan untuk sebagian orang. Belajarkah itu, berdiam dirikah, atau apalah. Begitupun karakter orang-orang dalam menghadapi sesamanya. Misalkan, kita ngomongin tentang tingkat kepeduliaan orang lain deh . Menurut gue hal ini tidak bisa diukur tanpa observasi mendalam. Karena ada beberapa orang yang memang memiliki cara yang berbeda dalam memperlakukan orang lain. Contohnya saja, jika kita bandingkan perhatian yang diberikan oleh Ayah dan Ibu. Tidak akan apple to apple.  Mungkin rata-rata Ayah tidak bisa seluwes Ibu dalam membangun komunikasi dengan anak-anak. Bukan Ayah orang yang pertama kali kita tuju untuk meminta ijin main dengan teman-teman. Atau, bukan...