Posts

Showing posts from August, 2019

Emosi

Baru-baru ini saya dapet insight baru terkait sesuatu yang dinamakan paham  stoikisme . Walaupun tidak berencana untuk mendalami lebih lanjut tentang stoikisme ini sendiri dikarenakan terdapat beberapa konsep yang tidak sesuai dengan kepercayaan saya, contohnya bagaimana cara stoikisme memandang konsep kematian. Namun saya rasa ada beberapa hal menarik yang bisa saya ambil dari penjelasan ringkas yang saya dapatkan terkait pembahasan tersebut. Pun terdapat banyak sekali  point  yang beririsan dari pemikiran ini dengan apa yang saya baca dalam tulisan-tulisan berkaitan dengan kesehatan mental dan nilai-nilai yang saya pegang. Tetapi satu yang ingin saya highlight disini adalah konsep pengendalian diri yang diperkenalkan oleh stoikisme . "It is not thing that disturb us, but our opinion of them"  - Epictetus Sebenarnya yang menjadi issue dari setiap masalah, setiap emosi negatif yang kita keluarkan adalah bukan berasal dari kejadian itu sendiri, melainkan dari ...

Santuy

Image
Sekarang, saya mulai berpikir untuk menjadikan kebahagiaan diri saya sebagai prioritas. Tidak perlu membebani diri dengan hal-hal yang memang tidak layak untuk dijadikan beban. Menghabiskan hari dengan keluarga tercinta, sahabat, teman-teman, belajar hal-hal baru, bertemu orang baru, tidak belajar dan bekerja terlalu keras, tidak terlalu memikirkan pandangan jelek orang-orang lain jika apa yang saya lakukan sudah merupakan hal yang benar, karena apapun yang kita lakukan people will always judge. Dan saya lebih memilih untuk tidak mendengarkan orang-orang lain sekarang, kecuali orang-orang yang saya percaya ya. Pokoknya apapun yang membuat saya bahagia deh. Akhir-akhir ini saya pun mulai berpikir bahwa saya tidak perlu membentuk hidup yang sempurna-sempurna banget, atau yha seperti pengennya orang-orang pada umumnya agar bisa kelihatan bahagia dan mempunyai hidup sempurna di mata orang lain. Karena setelah 20 tahun lebih saya hidup di dunia saya akhirnya sadar bahwa terlalu menggantungk...

Apa yang dikejar?

Saya sering kali mengatakan hal ini ke orang-orang, bahwa saya merasa sangat bersyukur dengan apa yang saya punya sekarang. Bukan karena hidup saya sempurna, tapi karena perasaan mencoba menerima yang sudah dititipkan oleh Allah kepada saya selama ini. Kadang-kadang saya berpikir, apakah saya akan bisa sebahagia ini kalo hidup saya  dituker  sama-- let say  Nagita Slavina, Putri Tanjung atau Dian Sastrowardoyo? Saya  ngga  bisa langsung ngomong  engga  sih. Karena saya belum pernah berada di posisi itu. Pun,  come on,  punya rumah dan kendaraan mewah, duit banyak dan keluarga yang tampaknya selalu bahagia, siapa yang tak ingin? Tapi ketika saya pikir-pikir lagi, dengan apa yang saya punya sekarang saja—Alhamdulillah sudah bisa membuat saya sebahagia ini. Lalu berada di posisi itu, apakah nantinya saya akan merasa lebih bahagia? Atau justru ka...