Posts

Showing posts from 2013

Tolong

Penyakit yang paling menghambat pergerakan saya cuma satu, MALAS. Saya tidak bisa menjelaskan bgaimana cara dia bekerja, mekanismenya, sistemnya, sehingga mampu mempengaruhi lebih dari separuh sel-sel otak saya. Sehingga saya merasa enggan melakukan sesuatu.  Bagaimana cara saya membuangnya jauh-jauh?  Toloooong, perkara yang satu ini jauh lebih sulit dari pada mencari jarum ditumpukan jerami (asumsikan jeraminya cuma setumpukan kecil layaknya kotoran kerbau).  Tolooooonggg.

12.43

Berasa seperti terlepas dari beban yang beratnya berton-ton ya Allah. Ahahaha. Akhirnya KIR saya selesai juga. Setelah mengalami perjuangan yang bertubi-tubi, aral rintangan yang menghadang pun saya lalui dengan- lumayan -ikhlas. Dan akhirnya, selesai juga satu masalah ini, yang saya pikir ngga bakalan selesai-selesai. Padahal masih ada banyak lagi tugas yang belum  kelar, tapi kenapa perasaannya biasa aja yah? Ini semester lo, semester. Tolong bentengin diri kamu, jangan sampai malas nya nyusup lagi. Heleh. Engga pernah belajar dari kesalahan kamu tuh. Padahal peringkat saya sudah turun sangat drastis dari semester yang kemaren. Bayangin dari peringkat 5, terjun bebas ke peringkat 13.  Tolong. Adakah yang lebih nyesek dari perkara ini?

8.08

Ditinggal pergi teman seperjuangan.  Heuheu. Sebenarnya kata-kata yang lebih tepat adalah sengaja meminta untuk ditinggali. Entah kenapa, aku berasa ngga mood aja buat jalan-jalan malam ini. Apalagi dengan banyak faktor pendukung. Ya, tempatnya itu yang sedikit mahal. Jaadi aku rasa, alangkah lebih baiknya aku menginvestasikan uangku ke sarana atau wadah yang lebih bermanfaat dan lebih produktif. Akhirnya, mengingat, menimbang, dan memutuskan aku ngga jadi pergi. Padahal katanya mereka pengen makan eskriim. Menggoda sekali memang, tapi sepertinya prinsipku masih lebih kuat. Jangan keluarin uang kecuali keadaannya benar-benar genting.  Tapi walaupun prinsip hemat tingkat dewa sekalipun, income aku juga sepertinya belum pernah bertambah. Yaiya lah.

11.54

Kembali tenggelam dalam kejenuhan yang teramat sangat.  Ingin menangis sejadi-jadinya.  Sungguh perkara ini menyita sebagian besar bagian otakku.  Membuat aku tidak tenang setiap detiknya.  Aku ingin semuanya cepat berlalu.  Tidak ingin terlalu lama berada dalam pengharapan semu ini.  Belum lagi masalah-masalah lain yang belum terselesaikan. #galauintensifolimpiade

Jenuh #UN

Serasa mual dan ingin mengeluarkan semua isi perut jika harus dipaksa melihat bundelan soal-soal itu lagi. Seru memang. Tapi sepertinya persentase rasa jenuh dan malas itu lebih mendominasi. Tinggal berharap sama Tuhan, banyak-banyak berdo'a. 

3.59

Berasa dikejar anjing. Sekarang saya dalam posisi melarikan diri dari anjing (masalah, tugas sekolah,  red ). Klo udah waktunya saya berhenti lari, baru saya yang babak belur. Silahkan bayangkan situasi yang saya analogikan.  Saya juga kurang paham, jadi pahami saja sendiri. OSK oh OSK. Pengen cepet hilang pikiran, tapi malah bertambah pikiran baru lagi ntar.

Regret

Kecewa pada waktu, kecewa pada keadaan, kecewa pada posisi dimana saya berada yang selalu memaksa saya berbuat ini, berbuat itu. Terkadang perasaan itu membawa ingatan saya kembali ke masa lalu, masa-masa sebelum ini, atau mungkin beberapa masa setelah ini. Hidup selalu memaksa  kita untuk memilih. Walaupun begitu, masih ada saja orang yang tidak bersyukur. Berharap masih ada pilihan-pilihan lainnya yang bisa merubah hidupnya. Padahal di luar sana, masih banyak orang-orang kurang beruntung yang bahkan tidak mempunyai pilihan sekalipun.  Mereka terpaksa menghidupi kehidupan yang memang sudah disediakan di depan mata mereka. Tak dapat memilih, hanya melanjutkan, dan berharap Tuhan akan berbaik hati memberikan akhir yang baik atas segala perjuangan yang berat ini. Saya pernah terjatuh beberapa kali. Dan saya sadar, setiap keterpurukan saya selalu membuat saya menjauh.  Sampai akhirnya saya sadar akan satu hal. Tuhan menegur saya, mungkin memang saya yang terlalu sibuk...

Selasa

Awalnya saya pikir minggu ini bakalan jadi minggu terburuk yang pernah saya alami. Ternyata tidak seburuk itu. Saya jadi semakin yakin akan kekuatan sugesti sejak saat itu. Betapa tidak, awalnya saya memenuhi otak saya dengan pikiran-pikiran buruk sehingga otak saya menurunkan kinerja kerja jernihnya, dan tebak apa yang saya dapat? Ya, apa yang saya pikirkan tadi. Tapi setelah saya merubah pikiran saya, akhirnya hari-hari yang indah itu datang lagi. awan mendung yang pernah singgah kini tersapu tertiup angin. Dan yah, hanya perlu sedikit racikan rasa ikhlas dan sabar untuk membuat hidup menjadi bahagia.

Hari Minggu Kelabu

Hari ini aku merasakan rasa malas yang luar biasa. Aku tidak tau apakah ini cuma sifatku atau juga dimiliki orang sekelilingku. Aku merasa semain malas apabila diberi pekerjaan yang menumpuk-numpuk. Aku jadi bingung harus mengerjakan pekerjaan yang mana dulu. Seperti sekarang. Ya Allah. Ingin sekali aku mengemas barang-barangku, memesan tiket, lalu pulang ke kampung halaman.

Malam Sabtu

Mungkin bagi sebagian orang blogging adalah suatu kegiatan yang dapat menguntungkan mereka dengan menjadikannya sebagai agenda komersial. Tapi bagi saya sendiri, blogging itu sederhana. Tak ubahnya seperti seonggok diary . Saya menjadikan blog ini sebagai penumpahan segala perasaan saya seharian. Tentunya yang masih sempat diingat dalam ingatan dan sudah disensor, hehe. Jadi maklum saja kalau banyak terselip cerita-cerita keseharian saya yang kurang penting dan mungkin memang sama sekali tidak penting untuk diketahui. Saya cuma ingin membagi masalah agar perasaan saya menjadi lebih baik. Walaupun saya juga kurang yakin, apakah dengan mempublish tulisan ke blog dapat memulihkan sakit hati. Heuheu siapa yang tau. Ngomong-ngomong, judulnya hampir sama seperti judul qiraah di pelajaran Bahasa Arab tadi.

Malam

Malam Sabtu. Ya, aku rasa malam ini adalah malam terbaik-setelah malam minggu-dibandingkan potongan-potongan malam lainnya dalam seminggu. Kalian pasti tau kehidupan malam di asramaku itu seperti apa. Hampir setiap hari yang kita lihat disekeliling kita adalah buku, soal, kertas-kertas, dan barang memuakkan lainnya. Karena itu aku sangat senang apabila hari sabtu tiba, paling tidak ada peminimalisiran jam kerjaku untuk belajar atau sekedar melihat buku. Malam ini malam sabtu. Aku sedang beristirahat di kamar bersama seorang temanku.

Malam Selasa

Kembali ke rutinitas yang membosankan. Dengan keadaan yang selalu sama. Kadang aku bingung, kenapa musti memaksakan diri disaat kita memang tidak menginginkan sesuatu. Tapi, analogi dari keadaan aku sekarang, ibarat orang yang awalnya tidak mau mandi laut, tapi setelah dipaksa dan dicemplungin ke laut, ya mau gimana lagi. Dudukpun tak enak karena baju sudah terlanjur basah (ahaha pengalaman pribadi). Ya, kurang lebih begitu. Perkuat diri aja dengan motto ini setiap hari "Tahan sehari lagi."