Regret
Kecewa pada waktu, kecewa pada keadaan, kecewa pada posisi dimana saya berada yang selalu memaksa saya berbuat ini, berbuat itu. Terkadang perasaan itu membawa ingatan saya kembali ke masa lalu, masa-masa sebelum ini, atau mungkin beberapa masa setelah ini. Hidup selalu memaksa kita untuk memilih. Walaupun begitu, masih ada saja orang yang tidak bersyukur. Berharap masih ada pilihan-pilihan lainnya yang bisa merubah hidupnya. Padahal di luar sana, masih banyak orang-orang kurang beruntung yang bahkan tidak mempunyai pilihan sekalipun. Mereka terpaksa menghidupi kehidupan yang memang sudah disediakan di depan mata mereka. Tak dapat memilih, hanya melanjutkan, dan berharap Tuhan akan berbaik hati memberikan akhir yang baik atas segala perjuangan yang berat ini. Saya pernah terjatuh beberapa kali. Dan saya sadar, setiap keterpurukan saya selalu membuat saya menjauh. Sampai akhirnya saya sadar akan satu hal. Tuhan menegur saya, mungkin memang saya yang terlalu sibuk...