Posts

Showing posts from February, 2013

Regret

Kecewa pada waktu, kecewa pada keadaan, kecewa pada posisi dimana saya berada yang selalu memaksa saya berbuat ini, berbuat itu. Terkadang perasaan itu membawa ingatan saya kembali ke masa lalu, masa-masa sebelum ini, atau mungkin beberapa masa setelah ini. Hidup selalu memaksa  kita untuk memilih. Walaupun begitu, masih ada saja orang yang tidak bersyukur. Berharap masih ada pilihan-pilihan lainnya yang bisa merubah hidupnya. Padahal di luar sana, masih banyak orang-orang kurang beruntung yang bahkan tidak mempunyai pilihan sekalipun.  Mereka terpaksa menghidupi kehidupan yang memang sudah disediakan di depan mata mereka. Tak dapat memilih, hanya melanjutkan, dan berharap Tuhan akan berbaik hati memberikan akhir yang baik atas segala perjuangan yang berat ini. Saya pernah terjatuh beberapa kali. Dan saya sadar, setiap keterpurukan saya selalu membuat saya menjauh.  Sampai akhirnya saya sadar akan satu hal. Tuhan menegur saya, mungkin memang saya yang terlalu sibuk...

Selasa

Awalnya saya pikir minggu ini bakalan jadi minggu terburuk yang pernah saya alami. Ternyata tidak seburuk itu. Saya jadi semakin yakin akan kekuatan sugesti sejak saat itu. Betapa tidak, awalnya saya memenuhi otak saya dengan pikiran-pikiran buruk sehingga otak saya menurunkan kinerja kerja jernihnya, dan tebak apa yang saya dapat? Ya, apa yang saya pikirkan tadi. Tapi setelah saya merubah pikiran saya, akhirnya hari-hari yang indah itu datang lagi. awan mendung yang pernah singgah kini tersapu tertiup angin. Dan yah, hanya perlu sedikit racikan rasa ikhlas dan sabar untuk membuat hidup menjadi bahagia.

Hari Minggu Kelabu

Hari ini aku merasakan rasa malas yang luar biasa. Aku tidak tau apakah ini cuma sifatku atau juga dimiliki orang sekelilingku. Aku merasa semain malas apabila diberi pekerjaan yang menumpuk-numpuk. Aku jadi bingung harus mengerjakan pekerjaan yang mana dulu. Seperti sekarang. Ya Allah. Ingin sekali aku mengemas barang-barangku, memesan tiket, lalu pulang ke kampung halaman.

Malam Sabtu

Mungkin bagi sebagian orang blogging adalah suatu kegiatan yang dapat menguntungkan mereka dengan menjadikannya sebagai agenda komersial. Tapi bagi saya sendiri, blogging itu sederhana. Tak ubahnya seperti seonggok diary . Saya menjadikan blog ini sebagai penumpahan segala perasaan saya seharian. Tentunya yang masih sempat diingat dalam ingatan dan sudah disensor, hehe. Jadi maklum saja kalau banyak terselip cerita-cerita keseharian saya yang kurang penting dan mungkin memang sama sekali tidak penting untuk diketahui. Saya cuma ingin membagi masalah agar perasaan saya menjadi lebih baik. Walaupun saya juga kurang yakin, apakah dengan mempublish tulisan ke blog dapat memulihkan sakit hati. Heuheu siapa yang tau. Ngomong-ngomong, judulnya hampir sama seperti judul qiraah di pelajaran Bahasa Arab tadi.

Malam

Malam Sabtu. Ya, aku rasa malam ini adalah malam terbaik-setelah malam minggu-dibandingkan potongan-potongan malam lainnya dalam seminggu. Kalian pasti tau kehidupan malam di asramaku itu seperti apa. Hampir setiap hari yang kita lihat disekeliling kita adalah buku, soal, kertas-kertas, dan barang memuakkan lainnya. Karena itu aku sangat senang apabila hari sabtu tiba, paling tidak ada peminimalisiran jam kerjaku untuk belajar atau sekedar melihat buku. Malam ini malam sabtu. Aku sedang beristirahat di kamar bersama seorang temanku.