Posts

Showing posts from January, 2015

Menulis

Bicara tentang menulis, aku jadi teringat perkataan salah satu teman ( if you read it yur haha) “Kita harus terus aktif menulis. Supaya ada yang bisa kita tinggalkan di dunia yang fana ini” Yak. Sebelum mati, ada banyak hal yang sebenarnya ingin aku lakukan. Tapi dari banyak hal tersebut, aku lebih berharap satu ini akan terwujud.  Aku ingin meninggalkan kenangan baik bagi orang-orang yang mengingatku, aku ingin meninggalkan sesuatu yang berguna, yang bermanfaat bagi mereka, aku tidak ingin mati konyol, mati sia-sia karena hanya menuruti urusan perutku sendiri saja.  Fitrahnya memang semua manusia itu egois. Yang membedakannya ya kadar keegoisannya. Atau mungkin memang kadarnya sama, perbedaan yang lebih signifikan malah pada cara pengendaliannya. Karena aku yakin, setiap orang pasti memikirkan diri mereka sendiri dulu, walaupun prosesnya dalam hati atau pikiran mereka, namun pada akhirnya yang lebih bisa mengontrol, yang lebih bisa menggunakan nuraninya yang bisa m...

Allah will pay we back.

Saya sering kali berpikir tentang banyak hal. Terkadang saya menghabiskan banyak waktu untuk contemplating my life,  kemana ia akan berakhir. Akankah waktunya lama, atau justru singkat.  Dan salah satu hal yang paling menarik adalah tentang rejeki. Setelah lebih kurang hampir dua dekade lebih setahun saya hidup di dunia, saya mengalami banyak kejadian yang membuat saya berpikir bahwa, "ternyata hidup itu serumit ini ya?" Banyak pencapaian yang telah saya raih, begitu pun halnya dengan kegagalan yang saya alami lebih banyak. Dan sekarang mungkin saya sedang mengalami, yang kata orang, namanya quarter life crisis. Saya merasa tidak melakukan pencapaian apa-apa selama dua tahun terakhir. Saya hidup dari duit orang tua yang dikirimkan ke saya setiap bulannya. Disibukkan dengan pergi pagi  pulang sore untuk kuliah dengan kualitas yang biasa-biasa saja. Dan beberapa kegiatan pendebetan akun kas yang saya lakukan. Itu-itu saja. Saya benar-benar merasa bagaikan parasit yang t...

14 Desember

Pagi yang sepi. Aku berusaha untuk menghibur diri karena kenyataanya memang I’m not in my own home now . Tidak semenderita yang dibayangkan oleh orang-orang yang belum pernah merantau sih, tapi ya memang sesuatu itu pasti memiliki titik di saat semuanya terasa berat.  Sama halnya juga dengan perkara ini. Menerima kenyataan bahwa kita sedang hidup di dunia luar dan jauh dengan keluarga merupakan hal yang biasa jika saja dibiasakan, tapi tetap saja ada fase di mana kau merasa kalau itu adalah salah satu cobaan yang berat. Hidup di dunia yang sebelumnya belum pernah kau lihat itu adalah hal yang mengagumkan sebenarnya. Andai saja semua orang berpikiran seperti itu. Tapi aku yakin, dalam benak setiap orang pasti terpatri pemikiran tersebut walaupun sepintas lalu, namun ada beberapa kondisi yang menjadikan dia mengabur. Contohnya?  Ya, setiap orang tua pasti menginginkan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya.  Hey, siapa yang tidak bangga jika anaknya mengenyam...