Ags
Ombak itu telah mengambil hidupnya. Merenggut jiwanya. Menghapus senyum yang dulu sempat tersimpul, iya, sempat. Sekarang, iya memutuskan untuk mengisolasi diri dari dunia. Tak ada obrolan. Berusaha untuk tidak membuat urusan. Sampai saat ini, sejak sepuluh tahun berlalu, mungkin bisa kau hitung ada berapa kali dia berbicara. Itupun hanya kata perkata tak membentuk kalimat. Ia adalah laki-laki itu. Ia adalah anak dari adiknya ibu dari ibuku. 26 Desember. Mungkin satu-satunya tanggal yang membekas lekat dari 364 hari lainnya. Mungkin juga lebih membekas dari hari ulang tahunnya sendiri. Tapi tidak untuk hari kelahiran 2 orang malaikat-malaikatnya yang lucu. Ya, hari itu ada diurutan ke empat, oh tidak tidak, dibawahi dengan hari ulang tahun istrinya, juga hari perkawinannya, jadi terhitung urutan kelima. Ada apa dengan hari urutan kelima? Hari itu telah benar-benar merevolusi paksa kehidupannya. Menjadikannya muak dengan kenyataan. Dan memilih bungkam dalam diamnya. Sampai sekara...