Posts

Showing posts from 2023

Kasih ibu sepanjang masa kasih anak sepanjang galah (?)

It's 04.33 WIB, by the way. Hari ini saya kepikiran akan sesuatu.  Randomly saya kepikiran perihal muamalah orang tua-anak (dan vice versa ) dalam islam. Kita pasti sering mendengar tuntutan-tuntutan tentang berlaku baik terhadap orang tua. Birrul walidain adalah topik yang akan dengan sangat gampang dapat kita temui dalam sumber referensi manapun. Lalu kemudian timbul pertanyaan di otak saya nan sempit ini, ada ngga ya anjuran senada dari orang tua terhadap anaknya ? Dimulai lah perjalanan riset kecil-kecilan saya dengan mencari referensi terhadap kewajiban berperilaku baik terhadap orang tua lebih dulu. Dalam beberapa rujukan, kita dianjurkan (secara eksplisit) untuk berperilaku baik terhadap orang tua. Misalnya dalam beberapa dalil berikut: وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua ”.   (QS. An Nisa: 36) قُلْ تَع...

Pulang ngantor

Halo, Guiz! Jadi, di sore yang sendu nan bahagia ini gue pengen cerita sedikit tentang pemikiran filosofis (yaela~) yang gue dapet sepanjang perjalanan pulang gue dari kantor ke rumah.  Jadi, for your information , jarak antara rumah (kontrakan sih) gue ke kantor tuh memakan waktu sepuluh menit dengan rerata kecepatan 60 km/jam. Biasanya kalo ngejar absen pagi, gue bakal pergi dengan terburu-buru. Tapi kalo waktu pulang tuh jadi lebih santai karena ngga ada yang dikejar. Perlu kalian ketahui juga, kalo daerah tempat gue menetap itu jauh banget sama tipikal kota metropolitan, jadi gue takut kalian salah ngebayangin hahaha pokoknya karakter kota yang setiap saat kalian bisa aja ngelindes kucing, ayam, atau kambing, dan berpotensi tinggi dihadang oleh lembu-lembu~ Naah, jadi suatu hari pulang lah ni gue dari kantor seperti biasa yakan. Gue naek motor dengan kecepatan yang sangat sederhana alias alon-alon asal kelakon, karena emang performa motornya tuh di bawah rata-rata banget soalny...

Rumit

Halo, hari ketiga di bulan Juli. Kira-kira kenapa ya menjadi dewasa bisa serumit itu? Semakin dewasa, semakin banyak hal yang kita jadikan pertimbangan. Semakin dewasa, saya merasa proses pembuatan keputusan dalam hidup saya semakin tidak sederhana. Tidak seperti dulu. Rasa-rasanya tidak banyak variabel yang perlu saya pikirkan. Tapi sekarang, omongan orang pun rasanya bisa menjadi variabel yang pengaruhnya paling dominan.

Menjadi burung

Dulu saya pikir akan lebih baik kalo saya dilahirkan menjadi burung saja. Tapi ternyata, setelah saya pikir-pikir lagi, orang kaya saya ngga akan mampu untuk menjalani kehidupan seekor burung — bahkan burung pun punya kelebihan dibanding manusia, bukan? —y ang makan cukup untuk hari itu, dan kembali bergerilya saban pagi untuk kembali mengisi perutnya dan keluarganya yang-hanya-cukup untuk hari itu saja. Ah, terlalu berisiko untuk orang semacam saya yang selalu khawatir dengan ketidak-kepastian, sesederhana menghadapi kalimat " ntar kita liat dulu, gampang~ " aja saya kelabakan. Hidup saya selalu diisi oleh ocehan-ocehan kecil dalam kepala: " Eh, gausa ah, ntar... " " Emang lo yakin nanti bakalan... " " Jangan ah, belum tentu... " Kadang saya penasaran. Apakah semua otak manusia seberisik ini?