Ditelfon Temen
“Teman yang baik bukan teman yang sekedar membenarkan, tapi yang berani mengingatkan kita akan kebenaran.” Kemarin saya dikejutkan oleh panggilan seorang teman lama (semoga ia diberkahi Allah). Yang lebih mengejutkan adalah ketika dalam sambungan telfon berdurasi 50 menit 50 detik itu ia memilih menghabiskannya dengan membahas kematian. “Kamu pernah dengar? Salman Alfarisi pernah berkata seperti ini, ‘Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tidak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.’” Subhanallah. Kamu tahu, entah kenapa sekarang saya jadi takut jika tiba-tiba mati, saya takut diambil dalam keadaan ketika saya tengah senang-senangnya dengan dunia. Melihat berita-berita seperti kemarin, yang orang sehabis dari musholla bisa na’as meninggal dibakar. Atau orang yang baru...