Posts

Showing posts from October, 2016

Just judge a book by the cover

“ Dont judge a book by the cover” Klise banget ngga?      Se-idealis apapun orang, percaya deh pasti judge by the cover  juga deh. Kadang melihat fenomena-fenomena orang di sekitar gua jadi mikir, kenapa si yang memiliki kelebihan dalam aspek fisik ( at least orang yang menurut mereka   attractive   deh) lebih mudah untuk diterima dalam suatu   circle   dibandingkan si biasa-biasa aja?   Menurut gue ini rada ngga adil sih, karena   come   on , itu bawaan lahir, mau lo apain lagi. Etapi kalo punya duit mah bisa-bisa aja sih tinggal oplas #nyahnyahnyah Dan sayangnya di lain sisi, si biasa-biasa aja mesti   struggling   bener-bener biar bisa masuk ke suatu   circle . Memang sih, kita sebagai manusia biasa lahiriahnya seperti itu. Allah aja suka sama yang indah-indah. Manusia apalagi. Tapi rada ga suka aja sih, karena apa ya, menurut gua setiap orang di dunia itu punya hak  untuk dapat diterima ...

Nyontek

Akhir-akhir ini entah kenapa saya merasa banyak banget yang hilang dari hidup saya. Mungkin karena kurang ibadah kali ya. Hmm. Salah satunya adalah saya merasa terjadi penurunan banget dalam hal intelektual. Faktor pemicu dari pemikiran-pemikiran ini adalah rasa prihatin yang rada mendalam terhadap fenomena-fenomena mahasiswa   nowadays.   Kesel sih sebenernya. Karena kadang-kadang gini loh, saya rada muak sama-- sama semuanya deh, yang masih aja nyontek pas ujian, atau pas tes, atau pas apalah itu. Baik itu dalam bentuk kerja sama dengan teman, melihat contekan, nanya kanan kiri atau apalah itu. Like , sebenernya tujuan lo ikut ujian itu buat apa sih? Tujuan lo buat sekolah, buat kuliah, itu apasih? Buat ilmu bukan? Coba bayangin, kalo kita tidak pernah mempermasalahkan perihal nilai. Orang-orang akan benar-benar belajar karena memang mereka ingin paham. Orang-orang benar-benar belajar karena memang mereka semakin ingin tau akan apa yang mereka pelajari. Orang-orang...

Demo Mahasiswa

Tadi di kelas, dosen saya ngomong banyak tentang demo kemarin di kampus.   Dan yang ingin saya ceritakan sekarang adalah bukan sama sekali tentang isu yang di-demo-kan sih. Tapi lebih ke subjeknya. Jadi begini loh saudara-saudaraku sekalian. Tadi dosen saya bilang kalo temen-temennya yang dulunya aktivis kampus, vokal sana sini ketika masuk ke dunia kerja, justru malah diam. Ntah disebabkan karena menjadi semakin realistis atau terhimpit kebutuhan lainnya  instead of mempertahankan keidealisannya yang seperti kita tahu bersama bahwa manusia-manusia idealis akan sangat sulit bisa hidup di jaman seperti ini, kata temen saya sih . Atau karena dia mulai sadar kalau ternyata dunia setelah kuliah itu berbeda.  Atau karena hal apa lah itu. Yang pasti   everything   has   changed .  Dan kata-kata penutup yang paling jleb itu beliau ngomong, “ Saya harap di masa setelah ini kalian akan bisa sebersih apa yang kalian omongin dan apa yang kalian kri...