Demo Mahasiswa
Tadi di kelas, dosen saya ngomong banyak
tentang demo kemarin di kampus.
Dan yang ingin saya ceritakan sekarang
adalah bukan sama sekali tentang isu yang di-demo-kan sih. Tapi lebih ke
subjeknya.
Jadi begini loh saudara-saudaraku
sekalian.
Tadi dosen saya bilang kalo temen-temennya
yang dulunya aktivis kampus, vokal sana sini ketika masuk ke dunia kerja,
justru malah diam. Ntah disebabkan karena menjadi semakin realistis atau terhimpit kebutuhan lainnya instead of mempertahankan keidealisannya
yang seperti kita tahu bersama bahwa manusia-manusia idealis akan sangat sulit bisa hidup di jaman seperti ini, kata temen saya sih. Atau karena dia mulai
sadar kalau ternyata dunia setelah kuliah itu berbeda. Atau karena hal
apa lah itu. Yang pasti everything has changed.
Dan kata-kata penutup yang paling jleb itu beliau ngomong, “Saya harap
di masa setelah ini kalian akan bisa sebersih apa yang kalian omongin dan apa
yang kalian kritisi sekarang.”
Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga.
Terkadang memang kita cenderung lebih jelas ketika melihat kesalahan orang
lain. Dan percaya atau tidak, orang Indonesia itu rata-ratanya begitu. Komentar aja dulu.
Saya ngga bilang demo itu salah ya. Saya oke-oke aja kok toh cara orang menyampaikan aspirasi kan beda-beda. Peran orang di dunia ini juga beda-beda. Lagipun memang terkadang ada hal-hal yang cuman
bisa didenger lewat cara itu. Namun yang saya sayangkan adalah orang-orang ini, yang
menggembar-gemborkan keidealisan mereka, justru ternyata tidak sebersih itu bahkan sejak dini-jangan ngomongin masa depan dulu. Hal kecil deh. Pas ujian. Mereka
ngerjain pake nyontek ngga? And sureprisingly,
rata-ratanya ya seperti itu memang.
Saya juga paham sih kalo manusia itu pasti
ada salahnya, dan tidak ada manusia yang ideal sekali, yang sempurna sekali.
Ya itu, jadi ditakar-takar.
Jangan sampai merasa kalau diri paling
benar, dan bahkan menganggap kalau jalan orang lain itu salah cuman karena
mereka tidak mengambil jalan yang sama seperti anda-anda sekalian.
Cuy, hidup itu pilihan.
Orang-orang punya berbagai macam cara
untuk bahagia. Orang-orang punya berbagai macam cara untuk bermanfaat bagi
orang lain. Orang-orang punya bermacam cara untuk melakukan banyak hal,
sekalipun dengan tujuan yang sama. Kita ngga bisa bilang dia salah cuman karena
dia ngelakuin hal dengan cara yang berbeda dari yang kita bikin.
Saya, saya cinta sama Indonesia. Cinta
banget. Saya ingin Indonesia menjadi lebih baik dari kemaren-kemaren. Dan saya
selalu berusaha untuk melakukan sesuatu sekecil apa pun hal yang bisa saya lakukan
untuk ikut mewujudkan hal tersebut. Dan orang-orang ini, saya juga yakin mereka
memiliki kesatuan rasa yang sama kaya saya. Tapi, kita punya cara yang berbeda
buat nunjukin itu. Ngga masalah kan? Yang penting kita punya misi yang sama.
Intinya, control
your self.
Self-mirroring dulu sebelum mengacai orang lain.
Comments
Post a Comment