Pandemi
Di dunia yang makin tak menentu ini, mendapatkan informasi yang kredibel dan saintifik adalah sebuah privilese. Mungkin bagi sebagian orang, bahkan sebenarnya nyaris seluruh manusia yang saya temui akan questioning dan judging atas keputusan saya untuk bermasker ria saban waktu. Sebenarnya, alasan paling utama adalah karena saya takut menghadapi penyesalan. Mengingat banyak sekali berita kematian di tengah-tengah saya (dan kita). Apakah saya percaya penyebab kematian-kematian tersebut karena COVID-19? Ofcourse, I do . Saya sangat menghormati ilmu pengetahuan dan sains (selama tidak berseberangan dengan agama yang saya anut), karena saya paham ada proses panjang di balik itu semua. Ti dak seperti proses penyebar hoaks membuat informasi palsu dan tidak berdasar lalu menyebarkan hal tersebut for the sake of .. bahkan saya ngga tau motif mereka apa. Tanpa memikirkan eksponensial efek yang akan ditimbulkan dari tindakan tidak bertanggung jawabnya mereka. Biar dikata palin...