Posts

Showing posts from 2015

Semester Tiga

Aku sangat menyukai perjalanan. Karena di situ aku bisa membayangkan banyak hal, merenungkan banyak hal, dari segala sesuatu yang pernah aku lalui, dari segala sesuatu yang sering kali tidak aku pikirkan kembali. Karena di situ aku bisa melihat dengan jelas, segala ketimpangan yang ada dalam hidup manusia. Pada saat yang bersamaan aku bisa melihat orang dengan segala nasib baiknya, dan orang yang lain dengan segala nasib malangnya. Karena dari situ juga aku lebih bisa bersyukur.  Ternyata aku masih berada di tengah-tengahnya. Aku menikmati setiap detik demi detik dalam waktu perjalananku kembali ke tempat ini. Tempat yang telah lebih kurang dua tahun aku tinggali. Dengan menaiki bus yang bermuatan kurang lebih 50 orang, dengan kecepatan yang tidak pernah di bawah rata-rata. Namanya Murni . Setiap seminggu atau dua minggu sekali aku menaiki bus ini. Sudah hafal betul aku dengan watak, kebiasaan atau sebut saja tradisi pembayaran dengan abang kondektur bus ini. Kurang pantang men...

Ags

Ombak itu telah mengambil hidupnya. Merenggut jiwanya. Menghapus senyum yang dulu sempat tersimpul, iya, sempat. Sekarang, iya memutuskan untuk mengisolasi diri dari dunia. Tak ada obrolan. Berusaha untuk tidak membuat urusan. Sampai saat ini, sejak sepuluh tahun berlalu, mungkin bisa kau hitung ada berapa kali dia berbicara. Itupun hanya kata perkata tak membentuk kalimat. Ia adalah laki-laki itu. Ia adalah anak dari adiknya ibu dari ibuku. 26 Desember. Mungkin satu-satunya tanggal yang membekas lekat dari 364 hari lainnya. Mungkin juga lebih membekas dari hari ulang tahunnya sendiri. Tapi tidak untuk hari kelahiran 2 orang malaikat-malaikatnya yang lucu. Ya, hari itu ada diurutan ke empat, oh tidak tidak, dibawahi dengan hari ulang tahun istrinya, juga hari perkawinannya, jadi terhitung urutan kelima. Ada apa dengan hari urutan kelima? Hari itu telah benar-benar merevolusi paksa kehidupannya. Menjadikannya muak dengan kenyataan. Dan memilih bungkam dalam diamnya. Sampai sekara...

July 2015

Entah kenapa Ramadhan kali ini tidak menyisakan perasaan sedih di akhir kepergiannya. Hal itu yang malah menjadi bagian paling menyedihkan. Di saat orang-orang lain memupuk pahala sebanyak-banyaknya. Aku malah mengikis pahala tanpa sadar. Terkadang aku berpikir bahwa ada dua hal vital yang membuat manusia di bumi ini tidak bahagia. Yang pertama rasa ikhlas yang minim, dan yang kedua rasa memiliki yang melewati batas. Pernahkah kau berpikir bahwa di dalam hidup kita tidak hanya memiliki pilihan A dan B saja? Bisa jadi ada pilihan C, atau mungkin AB, atau BA, atau AC, ah tapi kukira tak cukup penting untuk menyusun abjad tersebut. Intinya adalah dalam suatu peristiwa yang menuntut kita untuk memilih antara ya atau tidak, sebenarnya pada hakikatnya tidak hanya terdapat dua pilihan.  Segalanya hanya soal bagaimana kau bisa ikhlas dengan ketentuan yang ditakdirkan langit. Bagaimana kau bisa bersyukur. Bagaimana kau merasa cukup atas segalanya sehingga tidak ingin memiliki hal-hal y...

26 Januari

Semua orang punya masanya. Aku sedang berpikir, lebih tepatnya bertanya-tanya dalam kemelut pikiranku sendiri, akan jadi apa aku nantinya. Setelah melihat dan mendengar percakapan orang dewasa tadi (re: mama dan om saya), aku menjadi semakin yakin bahwa apa yang aku lakukan saat ini akan berpengaruh banyak bagi kehidupanku dimasa yang akan datang. Itu pasti. Hanya saja kita belum tahu relasinya. Yang pasti semuanya di dunia ini terikat pada hukum sebab-akibat.  Tidak ada yang namanya kebetulan. 

Menulis

Bicara tentang menulis, aku jadi teringat perkataan salah satu teman ( if you read it yur haha) “Kita harus terus aktif menulis. Supaya ada yang bisa kita tinggalkan di dunia yang fana ini” Yak. Sebelum mati, ada banyak hal yang sebenarnya ingin aku lakukan. Tapi dari banyak hal tersebut, aku lebih berharap satu ini akan terwujud.  Aku ingin meninggalkan kenangan baik bagi orang-orang yang mengingatku, aku ingin meninggalkan sesuatu yang berguna, yang bermanfaat bagi mereka, aku tidak ingin mati konyol, mati sia-sia karena hanya menuruti urusan perutku sendiri saja.  Fitrahnya memang semua manusia itu egois. Yang membedakannya ya kadar keegoisannya. Atau mungkin memang kadarnya sama, perbedaan yang lebih signifikan malah pada cara pengendaliannya. Karena aku yakin, setiap orang pasti memikirkan diri mereka sendiri dulu, walaupun prosesnya dalam hati atau pikiran mereka, namun pada akhirnya yang lebih bisa mengontrol, yang lebih bisa menggunakan nuraninya yang bisa m...

Allah will pay we back.

Saya sering kali berpikir tentang banyak hal. Terkadang saya menghabiskan banyak waktu untuk contemplating my life,  kemana ia akan berakhir. Akankah waktunya lama, atau justru singkat.  Dan salah satu hal yang paling menarik adalah tentang rejeki. Setelah lebih kurang hampir dua dekade lebih setahun saya hidup di dunia, saya mengalami banyak kejadian yang membuat saya berpikir bahwa, "ternyata hidup itu serumit ini ya?" Banyak pencapaian yang telah saya raih, begitu pun halnya dengan kegagalan yang saya alami lebih banyak. Dan sekarang mungkin saya sedang mengalami, yang kata orang, namanya quarter life crisis. Saya merasa tidak melakukan pencapaian apa-apa selama dua tahun terakhir. Saya hidup dari duit orang tua yang dikirimkan ke saya setiap bulannya. Disibukkan dengan pergi pagi  pulang sore untuk kuliah dengan kualitas yang biasa-biasa saja. Dan beberapa kegiatan pendebetan akun kas yang saya lakukan. Itu-itu saja. Saya benar-benar merasa bagaikan parasit yang t...

14 Desember

Pagi yang sepi. Aku berusaha untuk menghibur diri karena kenyataanya memang I’m not in my own home now . Tidak semenderita yang dibayangkan oleh orang-orang yang belum pernah merantau sih, tapi ya memang sesuatu itu pasti memiliki titik di saat semuanya terasa berat.  Sama halnya juga dengan perkara ini. Menerima kenyataan bahwa kita sedang hidup di dunia luar dan jauh dengan keluarga merupakan hal yang biasa jika saja dibiasakan, tapi tetap saja ada fase di mana kau merasa kalau itu adalah salah satu cobaan yang berat. Hidup di dunia yang sebelumnya belum pernah kau lihat itu adalah hal yang mengagumkan sebenarnya. Andai saja semua orang berpikiran seperti itu. Tapi aku yakin, dalam benak setiap orang pasti terpatri pemikiran tersebut walaupun sepintas lalu, namun ada beberapa kondisi yang menjadikan dia mengabur. Contohnya?  Ya, setiap orang tua pasti menginginkan pendidikan yang baik untuk anak-anaknya.  Hey, siapa yang tidak bangga jika anaknya mengenyam...