Semester Tiga

Aku sangat menyukai perjalanan.

Karena di situ aku bisa membayangkan banyak hal, merenungkan banyak hal, dari segala sesuatu yang pernah aku lalui, dari segala sesuatu yang sering kali tidak aku pikirkan kembali.

Karena di situ aku bisa melihat dengan jelas, segala ketimpangan yang ada dalam hidup manusia. Pada saat yang bersamaan aku bisa melihat orang dengan segala nasib baiknya, dan orang yang lain dengan segala nasib malangnya.

Karena dari situ juga aku lebih bisa bersyukur. 
Ternyata aku masih berada di tengah-tengahnya.

Aku menikmati setiap detik demi detik dalam waktu perjalananku kembali ke tempat ini. Tempat yang telah lebih kurang dua tahun aku tinggali.
Dengan menaiki bus yang bermuatan kurang lebih 50 orang, dengan kecepatan yang tidak pernah di bawah rata-rata.
Namanya Murni.
Setiap seminggu atau dua minggu sekali aku menaiki bus ini. Sudah hafal betul aku dengan watak, kebiasaan atau sebut saja tradisi pembayaran dengan abang kondektur bus ini. Kurang pantang menyerah menegosiasikan ongkos, ya selamat saja mendapatkan harga yang lebih mahal.

Aku sudah menginjakkan kembali kakiku di kampus ini. Kampusku kampus derita. Kampus yang tidak pernah terpikirkan sama sekali. Tidak pernah terbesit, terlintas sedikitpun, secuilpun, sebiji zarrahpun. Yang terpilih atas dasar keterpaksaan yang amat sangat mengingat ketidakmampuanku meyakinkan orang tua dan keluargaku agar diijinkan untuk mengambil kesempatan yang selama ini aku perjuangkan untuk dapat menuntut ilmu di universitas yang aku idamkan.

Dan sayang sekali, rasa yang aku kira akan terobati seiring dengan berjalannya waktu itu tak junjung hilang. Aku kini menjadi sanksi akan kata pepatah yang menyatakan "time heals almost everything". Karena kenyataannya tak selamanya rasa sakit dapat terobati oleh waktu.

Tapi, sudahlah.
Intinya, berusaha saja ke depan agar tidak pernah lagi menyesali apa yang telah kau pilih.
Karena itu, pilihlah sesuatu itu karena hatimu. Atas pertimbanganmu sendiri yang didasari oleh apa yang telah kau lakui dari sejak kau menghirup nafas pertamamu.
Jangan mengambil keputusan yang orang lain pilihkan. Jadikanlah pilihan mereka hanya sebagai konsiderasi, bukan prioritas.
Karena yang akan menjalani kehidupanmu kelak adalah kau sendiri. Tidak akan pernah orang lain. Yang bertanggung jawab atas senangmu dan sedihmu adalah dirimu sendiri. Tidak akan pernah orang lain.

Yah, ini adalah hari-hari terakhirku dalam semester ganjil ini, semester tiga dengan segala ke-hectic-annya, semester tiga yang penuh dengan segala sesuatu yang membuat aku lelah.

Selamat datang liburan. Aku telah lama merindukan kehadiranmu disini. Come to Mama :")

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Acc

Doa

Pulang ngantor