Pilihan

Kebanyakan orang yang terlihat bahagia justru kenyataannya adalah orang yang paling merasa dirinya tidak bahagia sehingga merasa bahwa dia perlu memperlihatkan dirinya adalah seorang yang bahagia dengan kehidupannya. For the sake of "biar orang mikir, gue...".
Kenapa kita harus hidup di dunia dengan aturan seperti ini? Atau kita balik pertanyaannya, kenapa kita harus melalukan hal tersebut demi terlihat sama seperti orang lain?

Listen, tidak ada yang salah dengan terlalu sederhana.
Ingat, sahabat-sahabat Nabi bahkan berlomba-lomba untuk menjadi paling sederhana, dan mereka justru bahagia dengan itu.
Pun, tidak ada yang salah juga dengan terlalu berada.

Ingat, ada sahabat-sahabat Nabi--yang bahkan sudah mendapat jaminan tiket di surga, kekayaannya masyaAllah, mungkin jika dicompare dengan rata-rata kekayaan orang terkaya di Indonesia sekarang pun masih jauh sekali. Contohnya saja, Utsman bi 'Affan, Abdurrahman bin 'Auf, Mush'ab bin 'Umair dan yang lainnya.

Yang penting adalah pertanggungjawabannya.

Mereka dengan kekayaan yang bejibun begitu, tau, asal-usul hartanya, darimana ia dapatkan, darimana sumbernya, kemana mengalokasikan hartanya dengan benar. Namun jika kita di masa sekarang merasa bahwa bisa menghandle itu semua ya bagus. Apalagi jika semakin banyak yang kita sedekahkan, maka semakin banyak pula yang akan kita tuai di akhirat kelak.

Semua balik kepada pilihan masing-masing, ingin menjadi sangat berada, boleh, asalkan tau cara pengelolaan hartanya. Pun menjadi sederhana juga tidak ada masalahnya, asalkan kita selalu bisa merasa cukup atas apapun yang kita dapatkan.

"Sedikit tapi engkau syukuri, lebih baik daripada banyak tapi kamu tidak kuat menerimanya."

Comments

Popular posts from this blog

Acc

Doa

Pulang ngantor