Comparing

Sekarang ini entah kenapa makin banyak akun online shop di instagram yang make polling tag kaya this or that gitu untuk segala macem hal. Hal itu akhirnya bikin saya mikir, kenapa ya orang-orang tuh seneng banget comparing segala sesuatu? 

'Lebih sayang Ayah atau Ibu?'
'Lebih milih teh atau kopi?'
'Lebih cakep mana si fulan atau fulin?'

Saya jadi inget kata Mba Najwa Shihab pas ditanya pilih jadi jurnalis atau ibu rumah tangga. Jawabannya sempat menjadi hot topic di beberapa media selama beberapa pekan:
 "Kenapa perempuan harus disuruh memilih? Bukankah kita bisa mendapatkan keduanya? Pertanyaan itu sejak awal sudah menempatkan seolah-olah membuat perempuan tak berdaya"

Perhatian saya mungkin agak lebih fokus ke bagian membanding-bandingkan nya sih.
Cerita sedikit, jadi tadi pas lagi jalan-jalan pagi sama keponakan saya, seperti biasa dia ngoceh keseharian dia atau cerita-cerita lain yang seru banget buat didenger. Terus sampai lah dimana dia cerita tentang liburannya kemarin. Dia cerita tentang kunjungannya ke rumah-rumah kerabat orang tuanya. Dan tanpa sadar, saya tergerak buat nanya "Emang lebih baik siapa nak, tante A apa tante B?"

Tapi sesaat saya mikir, buat apa ya saya nanya gitu. Faedahnya apa? Outputnya apa? Bukannya hal itu malah bikin dia jadi terbiasa membanding-bandingkan sesuatu, ya? 

Padahal hal kaya 'gitu' tuh ngga penting. Sama kaya kebiasaan kita membanding-bandingkan diri dengan orang lain. At some point mungkin ada manfaatnya, karna kalo ngga kaya gitu mungkin kita akan kesulitan mendapatkan motivasi untuk berkembang. 

Tapi kebanyakan kita justru make itu buat hal yang tidak produktif. Yang ngga ada outputnya.
Kalo kita membandingkan kuantitas dan kualitas ibadahnya orang lain, atau proses belajarnya orang lain dengan kita, sehingga membuat kita termotivasi, ya bagus, good for you. 
Tapi kalo ternyata malah membuat kita beranggapan bahwa si ini tidak lebih baik dari si itu, atau membuat kita mendiskreditkan usaha-usaha kita, membuat diri kita merasa menyedihkan, dan sebagainya, ya buat apa?

Comments

Popular posts from this blog

Acc

Doa

Pulang ngantor