Kultum Rabu Pagi
Pagi yang tadinya cerah sekarang agak sedikit mendung.
Saya mendapati diri saya masih terkapar di tempat tidur dengan segala pikiran-pikiran yang melayang di otak.
Hari ini 26 November 2014, tentu saja ada milyaran orang yang berulangtahun di hari ini, iya tentu, selamat kepada kalian orang-orang terpilih yang sudah melewati masa-masa hidup kalian sampai saat ini, entah itu sudah berjalan 1 hari, 1 bulan, 1 tahun, 1 dekade, setengah abad, dan beberapa satuan angka dalam konteks umur lainnya yang lazimnya tidak lebih dari seperlima millenium. Tentu setiap orang memiliki perspektif sendiri terhadap hidupnya sejauh ini. Bagi yang menikmatinya, pasti dalam anggapan mereka, ya hidup itu indah. Bagi yang tidak menikmatinya, ya sebaliknya. Sebenarnya pada hakikatnya hidup itu adalah tentang seberapa jauh kita mengenal dan menghamba kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sang Pencipta. Walaupun ya, sekali lagi, perspektif orang tentu berbeda-beda, bahkan terhadap konsep hakikat hidup yang seharusnya sama.
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
[QS. 51:56]
Bagi saya sendiri, selagi Anda mengenal siapa pencipta Anda, selama itu pula Anda telah berada di jalan yang benar. Karena pasti jika Anda mengenal siapa Allah dengan baik, Anda sudah pasti mengetahui rules dan targets Anda hidup di dunia ini. Sehingga meminimalisasi dengan amat sangat kata galau, bimbang, depresi, putus asa bahkan sampai bunuh diri dan sebagainya dalam hidup karena Anda telah mengetahui apa yang harus Anda tuju.
Banyak orang yang kehilangan asa dalam hidupnya, kenapa? Ya balik lagi ke hakikat awal, karena dia tidak mengenal Allah SWT. dengan baik, sehingga dia tidak mengerti bahwa segala yang ada di dunia ini hanya sebagai fasilitas untuk misi penyiapan bekal pada kehidupan kita sebenarnya, kehidupan nonfana, kehidupan akhirat. Sepintas memang terkadang kita terlalu menyepelekan hal-hal yang berbau ukhrawi seperti ini, kebanyakan dari kita berpikir bahwa "kehidupan itu masih panjang, nikmati saja", "saya masih belum melakukan hal ini-itu", "saya bahkan belum menginjak usia setengah abad", dan banyak pikiran penyepelean lainnya yang saya sendiri juga memikirkannya.
Hidup mungkin tampak lama, namun sebenarnya tidak.
Hidup mungkin tampak lama, namun sebenarnya tidak.
Karena pada dasarnya umur itu tidak ada yang tahu. Bayi yang baru bernafas beberapa detik saja bisa kehilangannya nyawanya seketika, apalagi kita? Coba kalkulasikan sudah berapa detik yang telah Anda habiskan sejak detik pertama Anda menghembuskan nafas. Nah, sekarang bandingkan dengan seberapa banyak amal yang telah Anda kerjakan. Tunggu, belum selesai, Anda juga harus menguranginya dengan banyaknya dosa yang telah Anda perbuat. Memang tidak ada yang tahu pasti seberapa banyaknya takaran pahala dan dosa yang telah kita perbuat selama kita hidup di dunia ini. Tapi satu yang pasti yang juga saya yakini, bahwa pasti kita semua mendapati bahwa persentase pahala kita tidak lebih banyak dari dua elemen lainnya. Lalu, masihkah kita cukup tahu diri untuk mengharapkan surga Allah? Namun, untuk beberapa orang, akan tersedia beberapa grandprize bagi siapa-siapa saja yang mengerjakan sesuatu dengan ikhlas, dengan ridha Allah menyertainya.
So, what's the point?
Kerjakanlah amal sebanyak yang kamu bisa, berdoa sebanyak yang kamu mampu, dengan ikhlas semata-mata untuk Allah, karena sesungguhnya Allah tidak akan pernah bosan mendengar, dan kamu pun tidak mengetahui amalan serta doa yang mana yang di ridhai Allah dari banyaknya amal yang kau lakukan, dari banyaknya doa yang kau panjatkan.
Comments
Post a Comment