Esensi

Beberapa waktu yang lalu saya melakukan presentasi untuk tugas akhir pada suatu pelatihan yang-wajib-saya ikuti. Bentuknya lebih kurang mirip-mirip kaya sidang skripsi gitu deh, ada pembimbing dan ada penguji. Dan di akhir presentasi, ada beberapa hal yang saya highlight dari masukan yang diberikan oleh penguji. Neither tentang penggunaan redaksi kata, nor tentang teknis pekerjaan saya, namun tentang "esensi" dari materi yang saya presentasikan.

Kemudian hal tersebut membawa saya berpikir jauh pada hal-hal yang sudah saya lakukan selama ini dan kejadian-kejadian yang pernah saya lihat sampai hari ini. Sampai pada sebuah pertanyaan:
Sebenarnya, seberapa jauh kita mengedepankan esensi dalam pekerjaan yang kita lakukan? 

Sumber foto: Cerita dari Digul by Pramoedya Ananta Toer

Dalam beribadah misalnya, seberapa penting kita menjaga komunikasi dengan Allah ketika sholat yang diaplikasikan dengan bacaan-bacaan sholat, atau 'yang penting udah sholat' aja?

Atau seberapa penting kita benar-benar membaca dan memahami bahan ajar selama masa pendidikan for the sake of menambah khazanah ilmu pengetahuan agar nantinya bisa bermanfaat untuk sekitar, alih-alih 'ah tar kan bisa nyontek' aja?

Sebenarnya apa sih yang kita cari di dunia ini? Apakah hanya sesempit approval dari sesama makhluk, atau apa?

Comments

Popular posts from this blog

Acc

Doa

Pulang ngantor